Oleh:
Ida Royani,
Anita Rahma Ritonga, Yulia Peronika Ritonga, Yuni Sarah Btr, Laila
Fitri Nasution
Program Studi Tadris
Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Universitas
Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Pendahuluan
Pendidikan bukan hanya tentang belajar membaca,
menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan juga membantu siswa belajar
tentang nilai-nilai kehidupan, seperti peduli terhadap lingkungan, disiplin,
dan tanggung jawab. Sekolah menjadi tempat penting untuk membentuk karakter
siswa agar mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki
kepedulian terhadap alam sekitar.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5
Padangsidimpuan menjadi mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini.
Sekolah ini memiliki visi untuk membentuk karakter siswa yang peduli terhadap
kebersihan dan keindahan lingkungan. Melalui program Eco-Education, tim pengabdi
memperkenalkan berbagai kegiatan yang mengintegrasikan pembelajaran dan praktik
peduli lingkungan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Eco-Education adalah program yang dilakukan
untuk menumbuhkan pemahaman/ literasi, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam
menjaga kelestarian lingkungan. Isu global telah menyentuh lingkungan sekolah
untuk mampu berperan dalam menjaga ekosistem dunia, khususnya di lingkungan
sekolah. Pemanasan global, perilaku konsumtif, membuang sampah sembarangan,
serta adaptasi bahan kimia sebagai pengganti biotik, telah menjadikan
kepedualian atas lingkungan semakin terpuruk, khususnya bagi generasi muda usia
sekolah. Sehingga sangat penting bagi sekolah untuk menyediakan ruang bagi
siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan melalui kegiatan positif agar
kesadaran dan kedekatan batin antara siswa dengan lingkungan dapat dicapai.
Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan krusial ini,
kami beserta mahasiswa prodi Tadris Bahasa Inggris dari Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary
Padangsidimpuan berinisiatif memberi andil atas pentingnya membangun kesadaran
ini melalui Eco-edu sebagai milestone bagi siswa mencintai lingkungan
sekitarnya yang dimulai dari sekolah mereka di SMP Negeri 5 Padangsidimpuan.
Metode Pelaksanaan
Dalam kegiatan PKM
ini, dosen dan mahasiswa merencanakan empat (4) jenis aktifitas yang dapat
dilakukan di lingkungan sekolah, yakni (1) Pemilahan sampah organik dan
anorganik, (2) Daur ulang botol plastik menjadi pot bunga, (3) Daur ulang
sampah kertas menjadi Buket, dan (4) Pengenalan apotek hidup. Secara spesifi,
kegiatan ini seperti Eco- School yang dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 7
Surabaya berdasarkan gagasan Kementerian Lingkungan Hidup yang mewadahi
keinginan sekolah untuk meningkatkan pemahaman seluruh elemen warga sekolah
betapa pentingnya melestarika lingkungan hidup.
Kegiatan ini
melibatkan siswa melalui literasi lingkungan yang bermanfaat untuk mereka
selaku siswa di sekolah dan sebagai manusia pada hakikatnya. Dalam penguatan
pemahaman ini, mahasiswa memberikan materi praktis yang cukup dan sekaligus
mengajak untuk pedulu terhadap pelestarian lingkungan. Kemudian, program PKM
ini juga memberikan pengalaman praktek on- site yang diikuti oleh siswa
di sekolah tersebut dengan menyediakan segala keperluan material dan bahan
untuk merealisasikan kegiatan tersebut. Selain itu, siswa juga diberikan
motivasi berwirausaha dengan mengenalkan bentuk sederhana pemanfaatan limbah
sekolah yang dapat bernilai jual di pasar, atau setidaknya mampu menumbuhkan
kreatifitas dan imajinasi siswa dalam menemukan ide brilian atas sampah yang
biasa mereka temui di lingkungan sekolah.
Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik
Pada kegiatan
ini dilakukan penyediaan alat dan bahan seperti wadah atau
tempat sampah terpisah yang diberi label “Organik” dan “Anorganik”. Sampah Organik adalah sampah yang mudah
terurai, seperti sisa makanan, daun kering, tisu bekas. Sedangkan Sampah Anorganik adalah sampah yang sulit terurai, seperti
kertas, plastik, botol bekas,
dan kain seperti yang dapat di lihat pada gambar di bawah ini.
Pada kegiatan ini, siswa dikenalkan dengan dengan karakteristik sampah yang harus
dipilah sebelum dibuang ke tempat sampah. Dan tempat sampah yang telah
disediakan telah dilabeli untuk seterusnya ditindaklanjuti oleh sekolah untuk
melakukan labelisasi tempat sampah untuk memudahkan siswa dalam pemilahannya.
Setelah kegiatan selesai, dilakukan evaluasi mengenai efektivitas pemilahan dan sosialisasi kepada peserta tentang
pentingnya membuang sampah sesuai jenisnya agar kebersihan dan kelestarian
lingkungan tetap terjaga.
Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Pot Bunga
Kegiatan selanjutnya mendaur ulang, yang dilaksanakan melalui
lima tahap utama, yaitu:
- Menyiapkan bahan-bahan seperti botol plastik, gunting, dan tali seperti gambar di bawah ini.
- Setelah bahan-bahannya sudah terpenuhi, siswa diajak memotong botol plastik menjadi dua.
- Setelah itu bagian bawah botol di bolongi
- Lalu tutup botol di buka dan di masukkan ke dalam lingkaran yang sudah di buat di bawah botol.
- Setelah terpasang lalu mengikatkan tali di bagian kiri dan kanan botol dengan melubanginya
- Setelah semuanya siap lalu memasukkan tanah ke dalam botol dan menanam tumbuhan.
Kegiatan ini dapat dilihat pada alur kegiatan di bawah ini
secara rinci. Selain mengikuti arahan dari mahasiswa, para siswa juga sangat
menjiwai kegiatan ini dengan antusias dan melakukan kreatifitas yang menantang
mereka. Walau hasil yang didapat tidak sepenuhnya estetik tetapi secara
sederhana telah menyadarkan siswa untuk melihat peluang kegiatan di waktu
kosong mereka di sekolah dengan memanfaatkan botol plastik yang terbuang di
lingkungan sekolah sebagai karya seni yang menyibukkan dan asik.
Mendaur Ulang Kertas Menjadi Buket
Secara terpisah, PKM ini juga melakukan
daur ulang limbah lain yang sering ditemui di lingkungan sekolah yaitu, kertas
yang dijadikan buket bunga yang indah. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahap utama, yaitu:
- Menyiapkan Bahan-bahan yang diperlukan seperti: limbah kertas, tusuk bakso, lem lilin, busa, dan gunting.
- Team memperkenalkan buket dan menjelaskan apa saja yang akan dilakukan dalam membuat buket, dan setelah bahan- bahannya sudah lengkap, siswa disuruh membagi kertas menjadi 3 bagian dalam bentuk persegi.
- Siswa membentuk kertas menjadi segitiga seperti gambar ini.
- Siswa melipat kertas menjadi kecil sesuai instruksi mahasiswa.
- Siswa melem kertas ke tusuk lidi dan disusun di atas bunga agar bunganya tahan lama dan tidak tumbang.
- Setelah bunga tersusun rapi, buket bisa dihiasi dengan hiasan lain agar lebih indah dan menarik seperti gambar di bawah ini.
Mengenalkan Apotek Hidup
Kegiatan ini dilaksanakan melalui lima tahap utama, yaitu:
- Menyiapkan bahan-bahan (tumbuhan) biasa untuk apotek hidup, seperti jahe, kunyit, lengkuas dan kencur.
- Menjelaskan dan memperkenalkan apa saja apotek hidup
- Mengajak siswa untuk praktik langsung tahap demi tahap
- Siswa mengisi tanah ke dalam Aqua bekas, menanam lansung ke dalam pot plastik dari botol bekas, dan meletakkannya di lapangan.
- Siswa di suruh mengenalkan kepada teman-teman yang ada di dalam kelas apa itu apotek hidup.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat (PKM) yang diadakan di SMP N 5 Padangsidimpuan yang pertama,
Kegiatan pemilahan sampah organik dan anorganik berhasil meningkatkan pemahaman
siswa tentang pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya. Dengan memisahkan
sampah organik (seperti sisa makanan dan daun) yang mudah terurai, dan sampah
anorganik (seperti plastik dan kertas) yang sulit terurai, siswa belajar untuk
menjaga kebersihan lingkungan dan memahami manfaat pemilahan sampah. Kegiatan
ini juga mengajarkan siswa bagaimana cara mengelola sampah secara lebih bijak,
yang dapat membantu mengurangi dampak negatif sampah terhadap alam.
Kedua, Pembuatan Pot dari Botol Plastik Bekas
Kegiatan pembuatan pot bunga dari botol plastik bekas menunjukkan kepada siswa
bagaimana sampah anorganik seperti botol plastik dapat didaur ulang menjadi
barang yang bermanfaat. Melalui tahapan-tahapan yang sederhana, siswa belajar
keterampilan praktis, seperti memotong, melubangi, dan merakit botol plastik
menjadi pot tanaman. Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan siswa pada
pentingnya daur ulang untuk mengurangi limbah dan memanfaatkan barang-barang
yang sudah tidak terpakai lagi dengan cara yang kreatif dan ramah lingkungan.
Ketiga, Pengolahan Kertas Bekas Menjadi Buket
mengurangi limbah dan memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi
dengan cara yang kreatif dan ramah lingkungan. Kegiatan pengolahan kertas bekas
menjadi buket bunga tidak hanya mengajarkan siswa cara mendaur ulang kertas,
tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk berkreasi dan mengekspresikan diri.
Dengan menggunakan kertas bekas yang dilipat dan dihias, siswa dapat
menciptakan buket bunga yang cantik sebagai dekorasi. Kegiatan ini mengajarkan
siswa tentang pentingnya mengurangi sampah dan memberikan nilai lebih pada
barang yang biasanya dianggap tidak berguna, sambil mengembangkan kreativitas
mereka dalam mengolah bahan bekas.
Terakhir, Pengenalan dan Praktik Apotek Hidup
Kegiatan mengenalkan apotek hidup mengajarkan siswa tentang manfaat tanaman
obat yang dapat ditanam di sekitar lingkungan sekolah. Dengan menanam tanaman
seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan kencur di pot bekas, siswa belajar cara
merawat tanaman sambil mempelajari manfaatnya untuk kesehatan. Kegiatan ini
tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya alam dan
keberagaman tumbuhan, tetapi juga memperkenalkan mereka pada konsep kehidupan
sehat dan penggunaan tanaman sebagai obat alami.
Dengan adanya kegiatan ini, melalui berbagai
aktivitas seperti pemilahan sampah, daur ulang botol plastik, pengolahan kertas
bekas, dan pengenalan apotek hidup, siswa SMP Negeri 5 Padangsidimpuan berhasil
meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan dan
Felestarian lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman praktis
tentang pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah, tetapi juga menumbuhkan
kreativitas serta rasa tanggung jawab siswa terhadap alam. Dengan cara yang menyenangkan
dan interaktif, program ini berhasil membentuk perilaku peduli lingkungan yang
positif di kalangan siswa.







0 Komentar
Silakan tinggalkan komentar Anda