Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

.

Menjaga Lisan Manusia: Setajam Lidah, Sekental Ludah

 

Gambar ilustrasi: Ludah dan Lidah

Penulis:

Dr. Icol Dianto, S.Sos.I., M.Kom.I
Dosen tetap pada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan 
 
 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Amma ba’du.

 

Setinggi Puji dan sedalam Syukur, marilah kita haturkan ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla, karena atas limpahan rahmat, nikmat, dan karunia-Nya, kita masih diberi kesehatan serta kesempatan untuk dapat bertemu dalam majelis ilmu virtual yang penuh keberkahan ini.

Shalawat beserta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan alam, Nabi Muhammad Saw, Nabi yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang, yakni agama Islam.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan pesan agama tentang pentingnya menjaga lidah dan ludah dalam kehidupan sehari-hari, karena keduanya sangat berkaitan dengan akhlak, adab, dan keimanan seorang Muslim. Maka dari itu, judul ceramah virtual ini Adalah Lidah dan Ludah.

Lidah dan ludah adalah dua entitas yang saling terkait dan memiliki hubungan yang sangat erat dalam kehidupan manusia. Lidah berfungsi sebagai alat untuk berbicara, mengecap rasa, serta membantu proses makan dan menelan, sedangkan ludah berfungsi membantu lidah dalam menjaga kelembapan mulut, mempermudah pengucapan kata-kata, serta melancarkan proses pencernaan makanan. Keduanya bekerja bersama sehingga manusia dapat berbicara dengan baik dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar.

Lidah termasuk nikmat yang amat besar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Walaupun bentuknya kecil dan lembut, lidah memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan lidah, manusia dapat berbicara, menyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, serta berkomunikasi dengan sesama. Lidah juga membantu manusia merasakan berbagai macam rasa makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Di sisi lain, ludah adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar air liur di dalam mulut manusia. Ludah memiliki fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu melembapkan mulut, mempermudah proses mengunyah dan menelan makanan, serta menjaga kebersihan rongga mulut. Tanpa ludah, manusia akan mengalami kesulitan saat berbicara maupun saat makan dan minum.

Sebelum jauh memasuki seluk-beluk tentang lidah, perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang ludah. Ludah merupakan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar air liur di dalam mulut manusia dan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Walaupun sering dianggap sepele, sebenarnya ludah memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan membantu aktivitas sehari-hari.

Ludah berfungsi untuk menjaga kelembapan mulut sehingga manusia dapat berbicara dengan nyaman. Selain itu, ludah juga membantu proses mengunyah dan menelan makanan agar lebih mudah masuk ke dalam sistem pencernaan. Di dalam ludah terdapat zat-zat yang membantu membersihkan rongga mulut dan melindungi gigi dari kerusakan serta bakteri.

Tidak hanya itu, ludah juga membantu lidah dalam mengecap rasa makanan, sehingga manusia dapat merasakan manis, asin, asam, maupun pahit. Tanpa adanya ludah, seseorang akan kesulitan berbicara, makan, bahkan menjaga kesehatan mulutnya.

Namun, jika ludah tidak dipelihara dan dijaga dengan baik, maka akibatnya juga dapat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Salah satu contohnya adalah kebiasaan meludah sembarangan. Perbuatan ini sering dianggap hal kecil, padahal dapat mengganggu kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan orang lain.

Kita sering melihat di jalan raya, terutama saat seseorang sedang mengendarai kereta atau kendaraan, ada orang yang meludah sembarangan tanpa memperhatikan keadaan di sekitarnya. Bahkan terkadang samburan ludah tersebut mengenai pengendara lain yang berada di belakangnya. Tentu hal ini sangat tidak sopan dan dapat menimbulkan rasa marah, jijik, bahkan membahayakan kesehatan karena ludah dapat menjadi perantara penyebaran penyakit.

Kadang ketika berjalan-jalan di kompleks perumahan, ada sebagian orang yang meludah di jalan tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain. Mungkin perbuatan itu dianggap biasa dan dilakukan tanpa sengaja atau tanpa niat buruk. Namun, bisa saja pada saat yang sama ada anggota masyarakat lain yang sedang makan di rumah mereka, lalu melihat pemandangan tersebut. Tentu hal itu dapat menimbulkan rasa kurang nyaman, jijik, bahkan mengurangi selera makan mereka.

Perbuatan kecil seperti meludah sembarangan sebenarnya menunjukkan bagaimana seseorang menjaga adab dan kebersihan dalam kehidupan bermasyarakat. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga perasaan dan kenyamanan orang lain. Jangan sampai apa yang kita lakukan mengganggu, meskipun menurut kita itu hal sepele.

Islam mengajarkan bagaimana adab kita dalam meludah agar tetap menjaga kebersihan, kesopanan, dan tidak mengganggu orang lain. Meludah memang merupakan hal yang manusiawi, tetapi Islam mengatur agar hal tersebut dilakukan dengan cara yang baik dan pada tempat yang semestinya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh meludah sembarangan, terutama di tempat umum, di jalan, di masjid, atau di hadapan orang lain. Jika terpaksa ingin meludah, maka hendaknya dilakukan di tempat yang tidak mengganggu dan tidak mencemari lingkungan. Bahkan dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW mengajarkan untuk menutup ludah atau membersihkannya agar tidak mengotori tempat sekitar.

Adab meludah dalam Islam juga menunjukkan betapa agama ini sangat memperhatikan kebersihan dan etika sosial. Islam tidak hanya mengatur ibadah besar seperti salat dan puasa, tetapi juga mengatur hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari agar manusia hidup dengan tertib, bersih, dan saling menghormati. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memiliki kesadaran untuk menjaga ludahnya dengan baik. Jangan meludah sembarangan, jangan mengganggu orang lain, dan biasakan hidup bersih di mana pun berada. Sebab kebersihan adalah bagian dari iman, dan akhlak yang baik tercermin dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Pada akhirnya, membuang ludah secara tidak bijak dapat menimbulkan kegaduhan dan rasa sakit hati di tengah masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar

HEADLINE ARTIKEL

Cara Mengirimkan Artikel Publikasi di Majalah Pendidikan dan Dakwah