Informasi Umum
|
Program |
Gerakan Sumut Mengajar Batch 20 – Chapter Karo |
|
Pelaksana |
Kelompok 2 (Erlina Audiah Lubis – UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) |
|
Kakak Asuh Kelompok |
Athirah Salsabila H |
|
Lokasi |
Desa Tanjung Beringin, Kec. Munte, Kab. Karo, Provinsi Sumatera Utara |
|
Waktu Pelaksanaan |
3 – 15 Agustus 2026 (13 hari) |
Tim Kelompok 2 Gerakan Sumut Mengajar Batch 20 di lokasi pengabdian, Desa Tanjung Beringin.
Ringkasan Kegiatan
Laporan ini merangkum pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat Kelompok 2 dalam program Gerakan Sumut Mengajar Batch 20, Chapter Karo, yang berlangsung selama 13 hari (3–15 Agustus 2026) di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kegiatan diawali dengan persiapan posko dan koordinasi resmi bersama Kepala Desa, kemudian berlanjut dengan rangkaian kegiatan harian yang berpusat pada pendampingan pendidikan anak-anak SDN 040513 Bungancole, pembinaan keagamaan, serta penguatan hubungan sosial dengan masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti dan ditutup dengan penyelenggaraan Festival Anak Indonesia (FAI) sebagai puncak acara sebelum relawan berpamitan dan kembali ke Yayasan Gerakan Sumut Mengajar.
Tahapan Pelaksanaan dan Dokumentasi Kegiatan
Setiap tahapan berikut disertai dokumentasi foto asli dari laporan sumber, sesuai kegiatan pada hari yang bersangkutan.
Hari 1 – Senin, 3 Agustus 2026
Kegiatan diawali dengan keberangkatan dari rumah dinas menuju posko pukul 07.00, dilanjutkan bersih-bersih posko agar layak digunakan selama kegiatan berlangsung. Pada malam hari, tim mendatangi rumah Kepala Desa untuk menyerahkan surat tugas sekaligus melakukan koordinasi awal.
Dokumentasi Hari 1 — persiapan posko dan koordinasi dengan Kepala Desa Tanjung Beringin.
Hari 2 – Selasa, 4 Agustus 2026
Tim memasak sarapan bersama, membersihkan posko, lalu berangkat ke sekolah untuk sarapan bersama anak-anak dan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SDN 040513 Bungancole. Sore harinya diisi silaturahmi dengan tetangga serta mendampingi anak-anak belajar dan bermain di posko.
Dokumentasi Hari 2 — koordinasi dengan pihak sekolah dan silaturahmi bersama warga.
Hari 3 – Rabu, 5 Agustus 2026
Kegiatan sekolah diawali senam pagi dan pembelajaran membuat origami di kelas, dilanjutkan makan siang bersama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sore hingga malam hari, tim mengajar mengaji anak-anak di masjid.
Dokumentasi Hari 3 — kegiatan belajar di kelas, MBG, dan mengaji di masjid.
Hari 4 – Kamis, 6 Agustus 2026
Tim berfoto bersama anak-anak di depan spanduk kegiatan sebelum mengikuti senam pagi di sekolah, kemudian mendampingi anak-anak belajar dan memasak bersama di posko. Malam harinya dilanjutkan mengajar mengaji sambil menikmati suasana sore di masjid.
Dokumentasi Hari 4 — senam pagi, pendampingan belajar, dan suasana sore menjelang mengaji.
Hari 5 – Jumat, 7 Agustus 2026
Pagi hari diisi kerja bakti dan gotong royong membersihkan jalan serta lingkungan desa bersama warga. Kegiatan dilanjutkan pendampingan belajar anak-anak di posko serta mengajar mengaji di masjid pada sore hingga malam hari.
Dokumentasi Hari 5 — gotong royong bersama warga dan pendampingan belajar/mengaji.
Hari 6 – Sabtu, 8 Agustus 2026
Tim berfoto bersama anak-anak di depan spanduk kegiatan, dilanjutkan pendampingan belajar dan sesi bermain/ice breaking untuk mencairkan suasana. Sore hingga malam hari, kegiatan mengaji anak-anak di masjid kembali dilaksanakan.
Dokumentasi Hari 6 — kebersamaan, bermain, dan mengaji bersama anak-anak.
Hari 7 – Minggu, 9 Agustus 2026
Kegiatan diawali pendampingan belajar di posko, dilanjutkan pembagian snack sebagai apresiasi dan foto bersama di depan spanduk kegiatan. Anak-anak kemudian bermain bersama di luar posko sebelum mengaji di masjid pada sore hari.
Dokumentasi Hari 7 — apresiasi anak-anak, bermain bersama, dan mengaji di masjid.
Hari 8 – Senin, 10 Agustus 2026
Tim mendampingi kegiatan belajar di kelas serta mengajak anak-anak berkreasi membuat karya dari kertas warna. Sore hingga malam hari diisi pendampingan mengaji di masjid dan bimbingan belajar tambahan di rumah beberapa anak.
Dokumentasi Hari 8 — kegiatan kreatif di kelas dan interaksi bersama anak-anak.
Hari 9 – Selasa, 11 Agustus 2026
Hari diawali senam pagi dan kegiatan belajar-mengajar di kelas, dilanjutkan makan bersama melalui program MBG. Sore hingga malam hari diisi bermain bersama anak-anak dan pendampingan mengaji di masjid.
Dokumentasi Hari 9 — senam pagi, belajar-mengajar, dan program MBG.
Hari 10 – Rabu, 12 Agustus 2026
Selain kegiatan belajar dan menggambar di kelas serta MBG, tim mulai fokus mempersiapkan Festival Anak Indonesia (FAI): menyiapkan bahan, membuat bingkai dekorasi, dan membagikan undangan kepada anak-anak dan masyarakat. Malam harinya dilanjutkan pendampingan mengaji di masjid.
Dokumentasi Hari 10 — persiapan dekorasi dan undangan Festival Anak Indonesia (FAI).
Hari 11 – Kamis, 13 Agustus 2026
Setelah kegiatan belajar mengajar dan MBG di sekolah, tim menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Kepala Sekolah SDN 040513 Bungancole. Kegiatan dilanjutkan dengan melatih anak-anak untuk fashion show FAI, membagikan undangan, mendampingi mengaji, serta menyiapkan hadiah dan nomor peserta lomba.
Dokumentasi Hari 11 — penyerahan sertifikat kepada Kepala Sekolah dan persiapan akhir FAI.
Hari 12 – Jumat, 14 Agustus 2026
Hari puncak Festival Anak Indonesia (FAI) diisi lomba mewarnai, fashion show anak-anak dan dewasa, serta storytelling budaya Karo. Acara ditutup dengan pembagian hadiah dan sertifikat kepada pemenang serta penyerahan sertifikat penghargaan kepada Kepala Desa Tanjung Beringin.
Dokumentasi Hari 12 — puncak acara Festival Anak Indonesia (FAI) dan pembagian hadiah.
Hari 13 – Sabtu, 15 Agustus 2026
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, tim menyerahkan sertifikat kepada Ibu Asuh dan berpamitan dengan anak-anak serta perangkat Desa Tanjung Beringin. Perjalanan pulang menuju Kantor Camat Munte dan Yayasan Gerakan Sumut Mengajar diwarnai pemandangan Gunung Sinabung yang berkesan.
Dokumentasi Hari 13 — perpisahan dengan Ibu Asuh, anak-anak, dan warga Desa Tanjung Beringin.
Capaian Utama
• Pendampingan pendidikan formal dan non-formal berlangsung konsisten setiap hari kerja sekolah bagi siswa SDN 040513 Bungancole, mencakup kegiatan belajar-mengajar di kelas maupun bimbingan belajar sore di posko.
• Pembinaan keagamaan rutin berupa pengajaran mengaji berlangsung hampir setiap sore–malam sepanjang 13 hari kegiatan.
• Festival Anak Indonesia (FAI) terselenggara sebagai puncak acara, mencakup empat kategori lomba/penampilan (mewarnai, fashion show anak, fashion show dewasa, dan storytelling budaya lokal) dengan partisipasi aktif anak-anak dan masyarakat.
• Hubungan kemitraan dengan pemangku kepentingan lokal terjalin baik, ditandai dengan koordinasi aktif dan pemberian sertifikat apresiasi kepada Kepala Desa, Kepala Sekolah, dan Ibu Asuh.
• Program turut mendukung penguatan sosial-kemasyarakatan melalui kegiatan gotong royong dan silaturahmi dengan warga Desa Tanjung Beringin.
Catatan
Kolom "Persentase Target" pada tabel kegiatan harian tidak terisi di seluruh 13 hari laporan, sehingga capaian kegiatan pada laporan sumber baru dapat dinilai secara kualitatif (naratif dan dokumentasi foto) dan belum dapat diukur secara kuantitatif terhadap target yang direncanakan. Sebagai gantinya, laporan sumber melampirkan logbook kegiatan bertanda tangan yang mencatat kategori kegiatan harian serta paraf pembimbing lapangan sebagai bentuk verifikasi pelaksanaan, sebagaimana didokumentasikan berikut.
Lampiran: Logbook kegiatan pengabdian (kategori kegiatan, kelas kegiatan, nama pembimbing lapangan, dan paraf).
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian Kelompok 2 pada program Gerakan Sumut Mengajar Batch 20 Chapter Karo di Desa Tanjung Beringin terlaksana dengan baik dan lancar, mencakup tiga pilar utama: pendidikan (pendampingan belajar dan mengajar), keagamaan (pembinaan mengaji), dan sosial-kemasyarakatan (gotong royong, silaturahmi, serta Festival Anak Indonesia). Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat pendidikan dan sosial bagi anak-anak dan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan, kerja sama, dan empati bagi para relawan.
0 Komentar
Silakan tinggalkan komentar Anda